Air Mata Mariana Saat Mengantar Suami, Korban Kebakaran PT Evyap Sabun Indonesia Dimakamkan di Batu Bara

Isak tangis memenuhi suasana saat jenazah Nasri, seorang juru las berusia muda, diantar ke tempat peristirahatan terakhirnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Masjid Barat. Nasri adalah salah satu dari dua korban yang tewas dalam insiden kebakaran yang terjadi di pabrik PT Evyap Sabun Indonesia di kawasan KEK Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun. Korban lainnya diketahui bernama Rifaldi.

Pukulan Berat Bagi Keluarga

Kepergian Nasri menyisakan duka mendalam bagi Mariana, sang istri. Mereka baru saja menjalani kehidupan pernikahan selama satu tahun, namun takdir berkata lain. Nasri pergi dengan cara yang tragis, meninggalkan Mariana dalam kesedihan yang mendalam.

Tragedi yang Tak Terduga

Mariana menceritakan bahwa sebelum kejadian tersebut, ia tidak merasakan tanda-tanda apapun yang mencurigakan. Kabar duka itu datang melalui anggota keluarga di Dusun Pengajian, yang mengabarkan bahwa Nasri berjuang untuk menyelamatkan diri dari api yang melalap pabrik tempat ia bekerja. Dalam usaha melarikan diri, Nasri nekat melompat dari lantai enam bangunan pabrik.

“Saya sangat terkejut, tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Kondisi jenazahnya sangat mengenaskan, dengan luka bakar parah di wajah dan tangan, sementara kakinya mengalami cedera berat,” kenang Mariana sambil menahan tangis.

Profil Nasri: Pekerja Keras yang Berpengalaman

Sebelum bergabung dengan PT Evyap Sabun Indonesia, Nasri dikenal sebagai seorang pekerja keras. Dia juga memiliki pengalaman merantau ke Batam untuk bekerja sebagai juru las. Dedikasinya dalam bekerja membuatnya dihormati di lingkungannya, baik oleh rekan kerja maupun tetangga sekitar.

Kehidupan Pribadi dan Tanggung Jawab Keluarga

Di rumah, Nasri tinggal bersama Mariana di kawasan Indrapura. Sementara itu, dua anak dari pernikahan sebelumnya tinggal bersama nenek mereka di Dusun Pengajian, karena ibu mereka bekerja di luar negeri. Kini, Mariana dihadapkan pada kenyataan pahit kehilangan suami dan harus memikirkan masa depan dua anak yatim tersebut.

Permohonan kepada PT Evyap Sabun Indonesia

Dengan kepedihan yang mendalam, Mariana berharap pihak manajemen PT Evyap Sabun Indonesia dapat bertanggung jawab atas insiden ini. Ia meminta perhatian nyata dari perusahaan untuk mendukung pendidikan kedua anak almarhum yang masih dalam usia sekolah.

“Saya berharap ada dukungan dan bantuan dari pihak perusahaan demi keberlangsungan pendidikan kedua anak almarhum yang masih bersekolah,” ungkap Mariana dengan lirih, menggambarkan betapa beratnya beban yang harus ia pikul setelah kehilangan suaminya.

Peristiwa Kebakaran yang Menghancurkan

Kebakaran di pabrik PT Evyap Sabun Indonesia terjadi pada Kamis, 3 September 2026, siang hari. Pabrik tersebut baru saja diresmikan pada 2 Juli 2026, dan tragedi ini mengejutkan banyak pihak, termasuk warga sekitar dan keluarga korban. Kejadian ini bukan hanya mengakibatkan kehilangan nyawa, tetapi juga menimbulkan keresahan di kalangan pekerja dan masyarakat sekitar.

Penyelidikan dan Tindakan Lanjutan

Pasca kejadian, pihak berwenang melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari kebakaran tersebut. Masyarakat berharap agar ada tindakan tegas dan langkah preventif dari pihak perusahaan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

Setiap orang berhak merasa aman saat menjalani aktivitasnya, terutama di tempat kerja. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa standar keselamatan dan kesehatan kerja diterapkan dengan ketat.

Kesedihan yang Menghantui

Bagi Mariana, setiap hari menjadi pengingat akan kehilangan yang begitu mendalam. Dia harus berjuang tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk masa depan anak-anaknya. Keberanian dan keteguhan hati Mariana menjadi inspirasi bagi banyak orang di sekitarnya.

Tak hanya Mariana, tetapi juga warga Dusun Pengajian merasakan dampak dari tragedi ini. Mereka berkumpul untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan. Soliditas komunitas menjadi salah satu cara untuk mengatasi duka yang melanda.

Harapan untuk Masa Depan

Mariana berharap agar cerita suaminya tidak hanya menjadi kenangan pahit, tetapi juga menjadi dorongan bagi perusahaan dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan kerja. Setiap nyawa bernilai, dan langkah-langkah preventif harus diambil untuk melindungi pekerja dari risiko yang tidak semestinya.

Semoga, tragedi kebakaran di pabrik PT Evyap Sabun Indonesia ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, agar keselamatan kerja menjadi prioritas utama. Dukungan yang diberikan kepada Mariana dan anak-anak almarhum merupakan salah satu bentuk tindakan nyata dari masyarakat untuk membantu mereka melalui masa sulit ini.

Exit mobile version