Mandailing Natal (Madina) kini berada di ambang transformasi yang signifikan dalam dunia olahraga, berkat komitmen Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Dengan fokus yang tajam pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) keolahragaan, langkah strategis ini bertujuan untuk menciptakan fondasi yang kuat bagi perkembangan olahraga di daerah. Dari sertifikasi untuk pelatih hingga wasit, semua upaya ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan bahwa atlet dan penggiat olahraga mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan.
Komitmen Peningkatan SDM Keolahragaan
Kepala Dispora Madina, Drs. Parlin Lubis, AP, M.Si., menyampaikan komitmen tersebut saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Madina. Acara ini berlangsung di Aula Hotel Dsan, Panyabungan pada Senin, 7 September 2026. Dalam kesempatan itu, Parlin menegaskan pentingnya langkah-langkah konkret untuk meningkatkan SDM keolahragaan di Madina.
Rencana Terstruktur untuk Peningkatan SDM
Dalam penjelasannya, Parlin menjelaskan bahwa peningkatan SDM keolahragaan akan dilakukan melalui rencana yang terstruktur dan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Kerjasama antara Dispora, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan berbagai cabang olahraga (cabor) akan menghasilkan Desain Besar Olahraga Daerah, yang menjadi panduan untuk pembangunan olahraga yang berkelanjutan.
Mempersiapkan Atlet untuk Pekan Olahraga Provinsi
Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Utara yang akan dilaksanakan pada bulan November, Madina tengah mempersiapkan atlet dari berbagai cabang olahraga yang memiliki potensi. Data dari Porprov 2022 menunjukkan bahwa Madina menempati peringkat 18 dari 31 kabupaten/kota, dengan perolehan 3 medali emas, 1 perak, dan 10 perunggu, atau total 14 medali.
Target Peningkatan Prestasi
“Ini adalah tantangan besar bagi kita,” ungkap Parlin. “Kami berharap prestasi kita dapat meningkat, setidaknya dapat naik ke peringkat 17. Fokus utama kami adalah pada cabang-cabang olahraga yang memiliki potensi besar untuk menyumbangkan medali.”
Koordinasi dengan KONI untuk Kepentingan Atlet
Menyusul terbentuknya kepengurusan PBSI Madina yang baru, Dispora berupaya melakukan koordinasi dengan KONI Sumatera Utara. Tujuannya adalah untuk memastikan atlet bulu tangkis dari Madina mendapatkan kesempatan untuk didaftarkan pada Porprov yang akan datang.
Regulasi untuk Mendukung Pembinaan Olahraga
Dalam rangka mendukung keberlanjutan pembinaan, Dispora Madina merencanakan penyusunan regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbup) yang nantinya akan ditingkatkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Regulasi ini dirancang untuk mengajak dunia usaha dan perusahaan lokal berpartisipasi dalam mendukung pendanaan, pembinaan, dan penyediaan sarana olahraga.
Menangani Isu Perpindahan Atlet
Parlin juga menyoroti permasalahan perpindahan atlet asal Madina ke daerah lain akibat kurangnya perhatian dari pemerintah. Ia telah memperjuangkan skema tali asih dan apresiasi bersama DPRD Madina, agar para atlet lokal tetap memiliki semangat untuk membela daerah asal mereka.
Pentingnya Hubungan Emosional
“Sejak saya mulai bertugas di Dispora pada 11 Juni lalu, kami telah menginventarisir masalah ini. Perpindahan atlet ke daerah lain tidak boleh terulang. Diperlukan hubungan emosional dan kepedulian dari pemerintah daerah terhadap para atlet,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Harapan untuk Kepengurusan PBSI Madina yang Solid
Di akhir sambutannya, Parlin berharap bahwa Muskab PBSI Madina untuk periode 2026–2030 dapat melahirkan kepengurusan yang solid. Dia menekankan pentingnya sinergi dengan semua pemangku kepentingan untuk memajukan olahraga di Madina. Dengan langkah-langkah yang jelas dan terencana, diharapkan Madina dapat mencetak prestasi yang membanggakan di kancah olahraga.
