Koalisi Rakyat Sipil NTB Adakan Aksi di PT Amman Mineral Tuntut Dampak Sosial yang Nyata

Mataram – Pada tanggal 6 Agustus 2026, Koalisi Rakyat Sipil (KRS) Nusa Tenggara Barat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Dalam aksinya, para peserta menyampaikan beragam tuntutan yang berfokus pada efektivitas program Corporate Social Responsibility (CSR) serta Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan oleh perusahaan.

Pentingnya Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Dalam pidatonya, Koalisi Rakyat Sipil NTB menggarisbawahi bahwa pengelolaan sumber daya alam seharusnya memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat. Mereka merujuk pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan bahwa kekayaan alam negara harus digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Oleh karena itu, perusahaan yang memperoleh keuntungan dari pengelolaan sumber daya alam memiliki kewajiban untuk melaksanakan program CSR dan PPM yang efektif, transparan, dan berkelanjutan.

Hasil Observasi dan Kekhawatiran Masyarakat

Koordinator aksi menyampaikan bahwa hasil observasi awal menunjukkan bahwa program sosial yang dijalankan oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara belum memberikan dampak yang berarti bagi masyarakat. Mereka khawatir bahwa berbagai program pemberdayaan yang telah dilaksanakan tidak mampu menciptakan kemandirian masyarakat dalam jangka panjang, terutama setelah masa operasional pertambangan berakhir.

Tuntutan Koalisi Rakyat Sipil NTB

Dalam aksi tersebut, Koalisi Rakyat Sipil NTB menyampaikan enam tuntutan kepada manajemen perusahaan dan pemerintah. Pertama, mereka mendesak PT Amman Mineral Nusa Tenggara untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran serta memastikan penerima manfaat program tersebar secara merata dan tepat sasaran.

Evaluasi Keberadaan Perusahaan

Selanjutnya, massa aksi mendesak pemerintah untuk mengevaluasi keberadaan PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Mereka meminta agar pemerintah mempertimbangkan penutupan operasional perusahaan, dengan alasan bahwa program sosial yang dijalankan belum memberikan dampak yang signifikan dan merata serta tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh perusahaan.

Kritik terhadap Program PPM

Koalisi Rakyat Sipil NTB juga menyoroti sejumlah program PPM yang dianggap belum berjalan optimal. Mereka menilai program pemberdayaan ekonomi yang dilakukan melalui kegiatan olahraga belum dapat memberikan dampak ekonomi sesuai dengan klaim yang disampaikan. Dalam pandangan mereka, manfaat ekonomi yang dijanjikan tidak sejalan dengan kondisi di lapangan, sementara sebagian besar anggaran lebih banyak terserap untuk jasa penyelenggara dan konsultan.

Pendidikan dan Beasiswa

Di sektor pendidikan, massa aksi menganggap program beasiswa untuk siswa SMK tidak memiliki keberlanjutan. Mereka berpendapat bahwa program tersebut tidak diimbangi dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan di SMK di Kabupaten Sumbawa Barat maupun di Nusa Tenggara Barat. Selain itu, kurangnya pengawasan terhadap penerima beasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah juga menjadi sorotan.

Program Kesehatan dan Stunting

Koalisi Rakyat Sipil NTB juga mengkritisi program kesehatan, terutama dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Sumbawa Barat. Mereka menilai hasil yang dicapai dari program tersebut belum sebanding dengan besarnya anggaran yang telah dialokasikan untuk Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Harapan untuk Tata Kelola yang Lebih Baik

Aksi berlangsung dengan orasi dan penyampaian tuntutan kepada pihak perusahaan dan pemerintah. Massa aksi berharap bahwa tuntutan mereka mendapatkan perhatian serius sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan tata kelola tanggung jawab sosial perusahaan yang lebih transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Komitmen untuk Melanjutkan Aksi

Koordinator aksi, Pandi Ahmad, menegaskan bahwa mereka akan melanjutkan aksi serupa dalam bentuk yang berkelanjutan. “Kami berkomitmen untuk terus mengawal isu ini dan akan melakukan aksi berulang sebagai bentuk keseriusan kami,” tegas Pandi.

Exit mobile version