MOROWALI – Dalam sebuah apel pagi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Morowali, Yusman Mahbub, para Aparatur Sipil Negara (ASN) diingatkan tentang pentingnya menguasai rincian anggaran 2027. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Morowali pada Senin, 21 September 2026 ini berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan arahan strategis mengenai proses pembahasan anggaran tahun depan yang melibatkan DPRD.
Pentingnya Penguasaan Rincian Anggaran 2027
Dalam kesempatan tersebut, Yusman Mahbub menekankan kepada para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan staf mereka untuk berperan aktif dan memahami dengan baik program kerja yang diajukan. Hal ini penting agar pembahasan anggaran dengan legislatif dapat berlangsung secara efisien dan tepat waktu.
“Kesiapan bahan dan pemahaman yang mendalam mengenai materi adalah kunci utama dalam keberhasilan pelaksanaan program daerah,” kata Sekda. Menurutnya, hal ini sangat krusial untuk memastikan bahwa setiap program yang diajukan dapat dieksekusi tanpa penundaan yang tidak perlu.
Efisiensi dalam Proses Pembahasan
Yusman juga mengungkapkan bahwa pembahasan anggaran perlu dilaksanakan dengan cepat dan terstruktur. Ia menyoroti bahwa jika proses tersebut berlangsung terlalu lama, maka akan berdampak pada pelaksanaan program-program yang seharusnya sudah mulai berjalan. “Pimpinan telah berulang kali menekankan agar kita serius dalam menyusun rencana,” tambahnya.
Pembahasan anggaran akan dilakukan secara maraton, melibatkan 15 OPD pada hari pertama dan 12 OPD pada hari berikutnya. Setelah itu, proses akan dilanjutkan dengan tahap sinkronisasi serta rapat paripurna untuk memastikan semua pihak sepakat dengan rincian anggaran yang telah disusun.
- 15 OPD terlibat pada hari Senin.
- 12 OPD akan dibahas pada hari Selasa.
- Proses berlanjut ke sinkronisasi.
- Rapat paripurna sebagai tahap akhir.
- Fokus pada akurasi dan ketepatan waktu.
Tanggung Jawab Setiap OPD
Dalam arahannya, Sekda Morowali juga mengingatkan agar setiap OPD menyusun rincian anggaran dengan baik dan jelas. “Setiap OPD harus bertanggung jawab dan dapat memberikan jawaban yang memadai terhadap setiap pertanyaan yang diajukan terkait program dan anggaran,” tegas Yusman.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kemampuan teknis ASN di Morowali sebenarnya sudah cukup baik. “Yang dibutuhkan sekarang adalah komitmen yang tinggi untuk memahami dan mempersiapkan setiap program dengan serius,” ujarnya. Hal ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program-program yang direncanakan.
Membangun Kesadaran dan Kedisiplinan
Yusman menambahkan, selain fokus pada rincian anggaran 2027, penting juga untuk memperhatikan tata kelola pengawasan dan memastikan akurasi laporan dari setiap OPD. Ini diperlukan agar tidak terjadi kesalahan data yang dapat merugikan proses pengambilan keputusan di tingkat pimpinan daerah.
“Jangan terburu-buru atau salah dalam memberikan informasi kepada pimpinan. Pastikan semua laporan yang disampaikan akurat, karena kesalahan informasi dapat berdampak besar,” pesan Yusman kepada para ASN yang hadir.
Kolaborasi untuk Mewujudkan Target Pembangunan
Di akhir pengarahannya, Sekda mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi demi mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan. Ia menekankan pentingnya kerja sama untuk mewujudkan visi dan misi yang diemban oleh Bupati Morowali.
“Kita memerlukan kekompakan dalam setiap langkah untuk mencapai tujuan bersama. Mari kita bekerja sama dengan baik dan menjalankan program sesuai dengan tanggung jawab masing-masing,” pungkas Yusman, mengajak semua ASN untuk bersatu dan fokus dalam meningkatkan kinerja pemerintah daerah.
Pentingnya penguasaan rincian anggaran 2027 menjadi sorotan utama dalam apel ini, menunjukkan bahwa setiap ASN memiliki peran vital dalam menyukseskan program-program yang telah direncanakan. Dengan komitmen, keseriusan, dan kolaborasi yang baik, diharapkan setiap rencana dapat terealisasi dengan baik demi kemajuan Kabupaten Morowali.
