Tes Urin Lapas Binjai Sukses, Semua Petugas Dinyatakan Negatif Narkoba

Dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai menunjukkan komitmennya melalui pelaksanaan tes urine bagi seluruh petugas. Langkah ini tidak hanya sebagai deteksi dini, tetapi juga sebagai bentuk pengawasan internal yang esensial untuk mencegah potensi penyalahgunaan narkotika di kalangan staf.

Pentingnya Tes Urin Narkoba di Lapas

Pada Sabtu, 12 September 2026, seluruh pegawai Lapas Binjai, mulai dari jajaran pejabat struktural hingga petugas pelaksana, mengikuti tes urine. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif yang diambil untuk memastikan tidak ada petugas yang terlibat dalam penggunaan narkotika.

Proses pengambilan dan pemeriksaan sampel urine dilakukan dengan ketat. Dalam hal ini, Lapas Binjai bekerja sama dengan petugas dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara untuk menjaga objektivitas dan transparansi dalam pelaksanaan tes.

Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pengawasan

Keterlibatan pihak eksternal dalam proses pemeriksaan bertujuan untuk memastikan bahwa hasil tes dapat dipercaya dan akuntabel. Hasil dari tes urine ini sangat menggembirakan, di mana seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan negatif terhadap narkotika. Capaian ini menunjukkan keseriusan Lapas Kelas IIA Binjai dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kepala Lapas Kelas IIA Binjai, Mochamad Mukaffi, menegaskan bahwa tes urine ini merupakan bagian integral dari upaya untuk membangun integritas di kalangan petugas. Ia menyatakan bahwa tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkotika dalam lingkungan Lapas dan kegiatan ini akan menjadi agenda rutin yang berkelanjutan.

Integritas dan Komitmen dalam Lingkungan Lapas

Mukaffi menekankan pentingnya pengawasan tidak hanya terhadap warga binaan, tetapi juga dimulai dari petugas itu sendiri. Dengan cara ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas dapat menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.

“Pengawasan harus dimulai dari dalam, petugas merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan pemasyarakatan. Oleh karena itu, integritas dan komitmen untuk menjauhi narkoba adalah hal yang mutlak,” ujar Mukaffi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pegawai yang mengikuti pemeriksaan dengan tertib dan disiplin.

Menjaga Hasil Negatif sebagai Motivasi

Hasil negatif dari tes urine ini bukan hanya sekadar angka, melainkan harus dipertahankan dan dijadikan motivasi untuk terus memperkuat pengawasan. Mukaffi menekankan bahwa ini adalah bukti nyata bahwa Lapas Binjai konsisten dalam menjaga lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba.

Langkah Ke Depan: Membangun Budaya Kerja Profesional

Mukaffi menambahkan bahwa tes urine tidak hanya sekadar pemeriksaan rutin, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam mencegah penyalahgunaan narkotika dan memperkuat budaya kerja yang profesional. “Kami tidak ingin menunggu hingga terjadi pelanggaran. Deteksi dini harus dilakukan agar potensi penyalahgunaan narkotika dapat dicegah sedini mungkin. Komitmen ini akan kami jaga bersama seluruh jajaran,” tegasnya.

Pelaksanaan tes urine di Lapas Kelas IIA Binjai berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Pihak Lapas memastikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, profesional, berintegritas, serta bebas dari narkoba. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat terus memperkuat integritas dan komitmen petugas dalam menghadapi tantangan penyalahgunaan narkotika di masa mendatang.

Exit mobile version