Sebagai bagian dari perayaan Idulfitri yang akan datang, Polda Jawa Tengah, bekerja sama dengan Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah, telah meluncurkan inisiatif Gerakan Pangan Murah. Tujuan dari program ini adalah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
Antusiasme Masyarakat terhadap Gerakan Pangan Murah
Program ini telah diluncurkan di Gedung Bulog Kanwil Jawa Tengah, Jalan Menteri Supeno, Semarang, dan telah diterima dengan antusias oleh masyarakat. Sejak pagi, warga telah berkerumun di lokasi untuk membeli berbagai komoditas pangan dengan harga yang lebih murah daripada pasar biasa. Program ini berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB dan bertepatan dengan pasar tumpah di Bundaran Taman Indonesia Kaya, yang semakin menambah minat masyarakat.
Gerakan Pangan Murah sebagai Komitmen Kepolisian
Komitmen kepolisian untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang hari besar keagamaan, tercermin dalam Gerakan Pangan Murah ini. Wakil Kepala Polda Jawa Tengah, Latief Usman, mengungkapkan bahwa pasar murah ini juga serentak digelar di seluruh Polres jajaran di Jawa Tengah. Total penyaluran mencapai 78.600 kilogram beras, 11.280 liter minyak goreng, dan 1.448 kilogram gula pasir dengan target penerima manfaat sekitar 7.800 orang.
Dampak Positif Program Terhadap Masyarakat
Program ini telah memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Pada tahun sebelumnya, Polda Jawa Tengah dan Bulog berhasil menyalurkan sekitar 52 juta kilogram beras kepada masyarakat dari target awal 11 juta kilogram, yang menjangkau lebih dari 7,4 juta warga di berbagai daerah di Jawa Tengah. Dengan gerakan ini, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa terbebani oleh kenaikan harga bahan pangan.
Apresiasi dari Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, memberikan apresiasi atas langkah proaktif Polda Jawa Tengah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di masyarakat. Menurutnya, stok bahan pokok di wilayah Jawa Tengah saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi. Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, distribusi beras SPHP juga akan semakin luas menjangkau masyarakat.
Manfaat Langsung Bagi Masyarakat
Sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih terjangkau dalam program ini. Manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti Lia (50), warga Mugassari, yang merasa terbantu dengan harga kebutuhan pokok yang lebih rendah dibandingkan harga di pasaran. “Saya langsung datang begitu dapat informasi. Di sini Minyakita cuma Rp31 ribu dua liter, sementara di luar bisa hampir Rp40 ribu. Selisihnya lumayan sekali, bisa untuk stok dapur beberapa minggu ke depan,” ujarnya.
Keterlibatan Polri dalam Program Ini
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Artanto, menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan negara di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi menjelang hari raya. “Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung stabilitas ekonomi masyarakat. Melalui sinergi dengan Bulog dan pemerintah daerah, kami berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Idulfitri,” ujarnya.
