slot qris slot depo 10k

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

Gyokai Indonesia Kompetenlapangan kerjaPelatihan Kerjapengangguran BantenPolda bantenPoliran Polda BantenTangerangTenaga KerjaTNI / POLRI

Poliran Polda Banten Kerja Sama dengan 200 Perusahaan untuk Atasi 650 Ribu Pengangguran

Dalam upaya mengatasi masalah pengangguran yang kian meningkat, Polda Banten telah meluncurkan program inovatif bernama Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Program ini bertujuan untuk menjembatani masyarakat usia produktif dengan peluang kerja yang ada, melalui kerjasama strategis dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Gyokai Indonesia Kompeten dan sekitar 200 perusahaan. Melalui kolaborasi ini, Polda Banten berharap dapat memberikan akses pelatihan yang memadai dan penyaluran kerja yang lebih efektif bagi masyarakat.

Penandatanganan Kerja Sama yang Menandai Awal Kolaborasi

Penguatan kerja sama ini resmi dilaksanakan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Banten dan LPK Gyokai Indonesia Kompeten. Acara tersebut berlangsung di Jalan Pesona Wibawa Praja, Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang pada Rabu, 23 September 2026. Dengan adanya PKS ini, diharapkan sinergi antara pihak kepolisian dan sektor swasta dapat berjalan lebih efektif.

Pentingnya Menangani Pengangguran untuk Keamanan Masyarakat

Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, menyatakan bahwa persoalan pengangguran tidak hanya menjadi masalah ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Berdasarkan data yang disampaikan, tingkat pengangguran di Provinsi Banten saat ini mencapai 6,7 persen, yang berarti sekitar 650.000 orang terjebak dalam kondisi tersebut. Ini adalah isu serius yang memerlukan perhatian penuh dari semua pihak.

“Jika tingkat pengangguran tidak dapat kita tekan, konsekuensinya dapat berimbas pada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan hari ini adalah bukti nyata kehadiran negara dan pemerintah untuk menangani masalah ini,” ungkap Hengki saat acara.

Program Pelatihan dan Penempatan Kerja

Melalui program Poliran, peserta akan mendapatkan akses ke pendidikan vokasi yang relevan, pelatihan, serta kesempatan penempatan kerja sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Pola pendidikan yang diterapkan oleh Gyokai Indonesia Kompeten mengintegrasikan pembelajaran teori dengan praktik langsung di dunia industri.

Metode Pembelajaran yang Efektif

Hengki menjelaskan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan dalam program ini terdiri dari 30 hingga 40 persen teori di dalam kelas dan 60 persen praktik langsung di industri. Dengan pendekatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman nyata yang akan sangat membantu dalam dunia kerja. Selain itu, peserta juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan selama mereka menjalani program magang.

“Kami bersyukur dapat menjalin kemitraan dengan Gyokai Indonesia Kompeten, yang diharapkan dapat menjadi jembatan antara alumni Poliran dengan industri dan perusahaan dalam jejaring kerja sama serta menuju kewirausahaan,” tambah Hengki.

Apresiasi dari Pemerintah Provinsi Banten

Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandi, yang hadir mewakili Gubernur Banten, Andra Soni, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan program ini. Menurutnya, program Poliran memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan keterampilan masyarakat sebelum mereka memasuki dunia kerja atau memulai usaha secara mandiri.

Pelatihan dan Seleksi untuk Penempatan Kerja

CEO Gyokai Indonesia Kompeten, Teguh Imam Pambudi, menekankan bahwa masyarakat usia produktif dipersilakan untuk mengikuti pelatihan dan proses seleksi guna mendapatkan penempatan kerja yang sesuai dengan kompetensi mereka. “Selama mereka masih dalam usia produktif, kami mengundang mereka untuk bergabung. Kami akan membantu mencarikan penempatan yang sesuai dengan spesifikasi perusahaan,” ujarnya.

Proses penempatan kerja dilakukan melalui tahapan yang sistematis, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan fisik, hingga tes dan wawancara. Setelah dinyatakan memenuhi syarat, peserta akan langsung ditempatkan di perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja.

Jejaring Perusahaan yang Luas untuk Memperluas Akses

Dengan dukungan dari sekitar 200 perusahaan, kerja sama ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat Banten terhadap pelatihan dan kesempatan kerja. Ini adalah langkah yang sangat penting dalam mendukung upaya pemerintah untuk menekan angka pengangguran yang terus meningkat.

  • Pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.
  • Pelatihan yang menggabungkan teori dan praktik langsung.
  • Peluang magang yang disertai dengan penghasilan.
  • Proses seleksi yang terstruktur untuk penempatan kerja.
  • Jejaring perusahaan yang luas untuk memfasilitasi penempatan kerja.

Dengan langkah-langkah strategis yang diambil oleh Polda Banten melalui program Poliran, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan. Kerjasama antara lembaga pemerintah dan swasta ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat menciptakan solusi yang efektif untuk masalah yang kompleks.

Back to top button