Gubernur Bobby Memfokuskan Enam Basis Pembangunan dalam Musrenbang 2023

Dalam era pembangunan yang terus berkembang, perencanaan yang matang sangatlah penting untuk mencapai visi dan misi suatu daerah. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, bersama dengan Wakil Gubernur Surya, Pj Sekdaprov Sulaiman Harahap, dan Ketua DPRD Erni Ariyanti Sitorus, baru-baru ini mengadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Dalam acara yang berlangsung di Hotel Santika Dyandra, Medan, pada 22 April 2026, mereka membahas enam basis pembangunan yang diharapkan dapat mengarahkan Sumut menuju kemajuan yang lebih signifikan.
Pentingnya Enam Basis Pembangunan
Dalam Musrenbang tersebut, Gubernur Bobby menegaskan bahwa enam basis pembangunan menjadi kerangka utama untuk mendorong pertumbuhan daerah. Enam aspek ini meliputi:
- Akselerasi pertumbuhan berkualitas
- Peningkatan produktivitas
- Peningkatan investasi
- Pengembangan industri berbasis potensi daerah
- Penguatan daya saing daerah
- Pemulihan pascabencana
Setiap aspek tersebut memiliki peran strategis dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pembangunan yang berkelanjutan. Gubernur Bobby mengungkapkan harapannya agar melalui fokus ini, Sumut dapat mengejar ketertinggalan dan mengurangi kesenjangan antarwilayah, khususnya di daerah-daerah yang lebih terpencil seperti Kepulauan Nias.
Fokus pada Kepulauan Nias
Salah satu perhatian utama Gubernur Bobby adalah percepatan pembangunan di Kepulauan Nias. Ia menyampaikan, “Ini solusi yang harus kita lakukan, salah satunya yang akan kami lakukan di tahun 2027, di antaranya di Kepulauan Nias.” Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan signifikan bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Pemprov Sumut telah merancang tiga klaster pembangunan yang akan dilaksanakan di Kepulauan Nias, yaitu:
- Kawasan produksi
- Kawasan logistik
- Kawasan pariwisata
Khusus untuk jalur logistik, Gubernur Bobby menekankan pentingnya membangun fasilitas pergudangan dan cold storage. “Kami akan stok barang di satu titik untuk mengoptimalkan distribusi,” jelasnya. Dengan adanya infrastruktur yang baik, diharapkan produk lokal dapat lebih mudah dipasarkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Rencana Pembangunan Berkelanjutan
Dalam paparannya, Gubernur Bobby menekankan bahwa rencana pembangunan tahun 2027 merupakan fase lanjutan dari program yang dimulai sejak 2025. Dia berharap bahwa langkah-langkah yang diambil saat ini akan memberikan dampak berkelanjutan hingga tahun 2029. “Pembangunan yang berkelanjutan adalah kunci untuk mencapai tujuan jangka panjang kita,” ungkapnya.
Pendidikan Gratis untuk Masyarakat
Selain fokus pada infrastruktur fisik, Pemprov Sumut juga mengimplementasikan kebijakan pendidikan gratis yang akan dimulai pada tahun ajaran baru 2026. Program ini ditujukan untuk Kepulauan Nias serta daerah yang terkena dampak bencana. Gubernur Bobby menekankan bahwa semua SMA, SMK, dan SLB di wilayah tersebut tidak akan lagi memungut biaya iuran dari orang tua siswa.
“Perencanaan di 2026 itu untuk sekolah gratis contohnya hanya di wilayah Kepulauan Nias, seluruh SMA, SMK, SLB itu tidak ada lagi iuran apapun,” kata Bobby. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.
Peningkatan Kualitas Kesehatan
Di sektor kesehatan, Pemprov Sumut juga memberikan perhatian serius. Salah satu langkah yang diambil adalah memberikan beasiswa bagi calon dokter spesialis dengan prioritas penempatan di Kepulauan Nias. Saat ini, terdapat 18 dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis di Universitas Sumatera Utara. Kebijakan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang berkualitas di wilayah tersebut.
Indikator Pembangunan yang Positif
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga memberikan apresiasi terhadap indikator pembangunan Sumatera Utara yang menunjukkan tren positif. Meskipun masih ada tantangan dalam hal pemerataan pembangunan, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumut yang berada di atas rata-rata nasional menjadi catatan yang menggembirakan. “IPM Sumut ini tinggi 76,47, lebih tinggi daripada angka IPM nasional, 75,90,” ungkap Tito. Ini mencerminkan kualitas masyarakat di Sumut yang relatif baik dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan lainnya.
Partisipasi Semua Pihak
Musrenbang yang dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua DPRD dan bupati/walikota se-Sumatera Utara, mencerminkan upaya kolaboratif dalam merancang masa depan daerah. Gubernur Bobby menekankan pentingnya partisipasi aktif dari semua lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mewujudkan rencana pembangunan yang telah disusun.
Dengan adanya kolaborasi yang kuat, diharapkan enam basis pembangunan yang telah ditetapkan dapat diimplementasikan dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Sumatera Utara.



