Kota Malang Menjamin Ketersediaan Bahan Pokok dan BBM, Masyarakat Diimbau Hindari Panic Buying
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang berada di bawah naungan Pemerintah Kota Malang memastikan bahwa pasokan bahan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di kota tersebut aman dan terjaga. Dengan penegasan ini, masyarakat diharapkan untuk tidak terjebak dalam perilaku panic buying, terutama menjelang perayaan Lebaran yang biasanya diikuti dengan peningkatan konsumsi.
Ketersediaan Bahan Pokok dan BBM di Kota Malang
Dr. Ir. Wahyu Hidayat MM, Wali Kota Malang, memberikan penjelasan bahwa pemerintah telah melakukan pengecekan stok bahan pokok di berbagai tempat mulai dari pasar tradisional, ritel modern, hingga distributor. Selain itu, pemerintah juga memeriksa ketersediaan LPG dan BBM di Pertamina Fuel Terminal Malang.
“Hasil pengecekan menunjukkan bahwa stok bahan pokok, LPG, dan BBM di kota Malang cukup dan aman. Masyarakat tidak perlu khawatir ataupun panik,” ucap Wahyu dengan tegas. Ia menambahkan bahwa isu tentang kekosongan stok BBM dan bahan pokok adalah tidak benar. Distribusi barang-barang tersebut tetap berjalan dan stok akan terus diperbarui menjelang Lebaran untuk mencegah kekosongan.
Kenaikan Harga Cabai
Wali Kota Malang menuturkan bahwa dalam peninjauan tersebut, ia menemukan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas, terutama cabai. Di Pasar Sawojajar, harga cabai bahkan mencapai Rp120 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini, menurutnya, dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang berdampak pada penurunan produksi cabai oleh petani.
“Kondisi cuaca yang kurang mendukung membuat produksi cabai berkurang, sehingga harga dari petani sudah tinggi. Ketika sampai di pasar induk dan pedagang, harganya kembali naik,” jelas Wahyu.
Langkah Intervensi Untuk Menstabilkan Harga
Untuk memitigasi lonjakan harga tersebut, Pemkot Malang melalui TPID akan menyiapkan sejumlah langkah intervensi. Salah satunya adalah dengan meluncurkan program Warung Tekan Inflasi (WTI) yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.
“Kami akan mencari daerah yang memiliki stok cabai dengan harga lebih rendah. Nanti kita beli dan dijual melalui Warung Tekan Inflasi sehingga harga di pasar bisa ditekan,” ungkap Wahyu.
Ketersediaan Beras dan BBM Masih Aman
Selain itu, Wali Kota Malang juga menegaskan bahwa ketersediaan beras SPHP dalam kondisi aman. Berdasarkan laporan dari Bulog, stok beras tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lebih dari 10 bulan kedepan.
Untuk BBM, Pertamina memastikan bahwa pasokan BBM akan tetap tersedia selama masa libur Nyepi hingga Idulfitri. Bahkan, Pertamina siap untuk menyuplai BBM jika ada peningkatan kebutuhan saat perayaan Idulfitri, sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir.
Imbauan Untuk Masyarakat
Wali Kota Malang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan berharap agar kejadian di Pasar Murah di masa lalu tidak terulang kembali. Pemkot Malang akan terus memantau ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang Idulfitri.
“Kemarin terjadi kepanikan yang diluar dugaan, sampai kewalahan. Ini terjadi karena masyarakat panic buying akibat mendengar isu akan ada kelangkaan dan kenaikan harga. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena kami akan terus memantau dan memastikan ketersediaan bahan pokok dan BBM,” pungkas Wahyu.